Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Kisah Sex Nyata Ku Ngentot Anal Waria dan Istriku 2
Aopok.com - Ternyata ada kejutan buat aku. Begitu masuk ke pondok mereka langsung saling berpagutan. Ah, rupanya mereka ini biseks atau gay. Mereka lakukan itu tanpa ragu di depanku. Tetapi aku sendiri yang juga punya selera berbagai jenis, sangat terangsang melihat mereka berdua berasyik masyuk. Naluriku tak bisa tinggal diam. Aku mendekat dan tangan-tanganku menjamah celana mereka. Aku meremasi kemaluan yang telah sama-sama ngaceng di balik celana-celana mereka.
Ah.., ternyata kami bisa saling mengisi. Kami bertiga langsung larut dalam arus birahi yang mengalir begitu saja. Layaknya para pemain musik jazz, dengan penuh ‘improvisasi’ kami meluncur dengan begitu lancar memainkan peran masing-masing.
Mereka yang berdiri demikian asyiknya berpagutan, aku yang jongkok kelantai mulai membuka kancing-kancing celananya. Aku membetot penis-penis mereka dari tempatnya. Aku mendapatkan batang-batang kemaluan lelaki yang mendendam syahwatnya. Kedua penis itu demikian tegang dan berkilatan kepalanya. Kedua penis itu hampir semua luar biasa ukurannya. Diatas rata-rata ukuran orang Indonesia.
Sungguh menjadi serba ideal bagiku. Aku tak tahan lagi untuk tidak melumatinya. Aku mulai mencium dan menjilati salah satunya, sementara tanganku mengelus atau mengocoki kemaluan lainnya. Duuhh.. Asyiknyaa..
Terus terang aku sungguh nikmat malam pertama di Surabaya ini. Ketika telah puas saling berciuman kini mereka mulai memberikan perhatiannya padaku. Arman menyapu kepalaku sambil meremas-remas rambutku. Sementara Omen menyusul jongkok. Dia ingin kebagian ikut menciumi kemaluan Arman. Kami berbagi. Omen berhadapan denganku untuk sama-sama melepaskan jilatan dan ciuman pada penis Arman.
Sesekali aku menyambar mulutnya. Aku pengin banget melumat bibir tebalnya itu. Kami saling berpagut sambil tetap mengurut-urut kemaluan Arman. Pada gilrannya Arman menarik tanganku untuk berdiri. Dia menjemput bibirku. Kami berpagutan pula sementara Omen melanjutkan kuluman pada kemaluan Arman. Kurasakan tangan Omen menyingkap gaunku dan menarik turun CD atau celana dalam-ku. Dia meraih kemaluanku yang juga sudah ngaceng banget.
“Uuhh.. Gede banget penismu, Lisa.. Uuuhh.. Hhllmm.. “, dia menyeru dan langsung mulutnya menerkam dan melumat batangku.
Mendengar ucapan Omen, Arman nampak penasaran. Dia menurunkan bibirnya. Dia menjilati leherku kemudian pundak dan dadaku. Dia juga mendorong bergeser untuk mendekat ke ranjang. Tangannya berusaha menggapai kemaluanku yang sedang dalam lumatan temannya. Akhirnya kami sama-sama rubuh ke ranjang. Disini kami terhenti sesaat.
Terkait
Rupanya itu semua tadi sekedar ‘intro’ atau pemanasan. Omen bangkit dari ranjang menuju ke pesawat telpon.
“Mau pesan makanan dan minuman apaan, nih?”, dia nyambung ke room service.
Untuk sementara kami saling menahan diri. Sambil menunggu datangnya makanan dan minuman kami memakai kembali apa-apa yang telah lepas dari tubuh kami. Namun saat aku hendak mengambil CD-ku, Arman lebih cepat meraihnya. Dia tersenyum-senyum mengamati celana dalamku. Kemudian sambil mendongakkan leher dan menutup matanya dia mendekatkan ke wajahnya dan menciuminya. Ahh, mau apa aku? Lanjut baca!

No comments :
Post a Comment
Leave A Comment...