Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Kisah Sex Nyata Ku Ngentot Anal Waria dan Istriku 3
Tradingan.com - Aku tak bisa merubah posisiku yang nungging saat Arman dengan cepat menggantikan posisi Omen. Dia mulai dengan menjilati pantatku. Aku tahu pasti Arman senang menikmati cairan kental yang mengalir keluar dari duburku. Cairan itu adalah air mani buangan dari penis Omen.
Arman begitu haus dan rakusnya. Pantatku seakan ingin ditelannya. Mulutnya hendak mencaplok seluruh lubang bokongku ini. Kemudian Arman mengikuti jejak Omen. Dia nomplok seperti anjing jantan ke bokongku dan menusukkan penisnya ke lubang pantatku. Dan blezz..
Serpihan cair kental Omen memperlicin lubang analku. Penis Arman yang lebih gede dari milik Omen telah menembus lebih lancar. Penis itu amblas ditelan analku hingga ke pangkalnya. Arman langsung memompa. Makin cepat dan makin cepat.
Rupanya dia telah memendam syahwatnya sejak mula tadi. Kini dia ingin cepat menumpahkannya. Arman ingin selekasnya meringankan beban nafsu birahinya. Kembali cairan panas terasa menyemproti dinding lubang analku. Air mani Arman telah tumpah pula. Arman juga telah meraih kepuasan puncaknya.
Begitulah permainan ‘three some’ di pondok hotel GP di jalan Yos Sudarso ini. Malam itu anusku menampung 2 batang hangat dan keras milik Omen dan Arman. Mereka meninggalkan cairan-cairan kentalnya dalam ruang anusku yang sempit ini.
Aku mendapatkan kesempatan meraih orgasmeku saat kami kembali ke kamar mandi untuk mandi bersama. Mereka ganti mengencingi tubuhku. Pada kesempatan itu aku mengangakan mulutku dan meneguk air kencing mereka sambil mengocok-ocok penisku hingga air maniku tumpah. Aku merasakan kepuasan yang luar biasa pada malam pertamaku di Surabaya ini.
Saat hendak pulang Arman dan Omen memberikan amplop yang cukup tebal untukku. Omen bilang untuk mengganti celana dalamku yang tenggelam dalam sup kepiting itu. Aku sangat terhibur dengan selera humor mereka yang tinggi. Sungguh senang berteman dengan mereka.
Malam pertama itu aku sampai ditempat kostku pukul 3 pagi. Penjaga kost membukakan pintu. Bella dan teman-temannya sudah tidur lelap. Aku mandi air hangat. Menghilangkan segala noda dan mengurangi rasa pedih pada bibir analku. Kurasakan sisa-sisa air mani kedua sahabat itu mengalir keluar dari lubang anusku.
Aku harus tidur cukup. Masih banyak yang harus kulakukan besok. Saat aku bangun kulihat Bella telah rapi menunggu aku. Sorry, Bell. Aku langsung bergegas mandi dan berpakaian. Ini adalah hari saat yang paling penting dalam kehidupanku. Inilah hari siang pertama bagiku untuk tampil sebagai ‘full waria’ yang atinya aku akan sebagai waria sepanjang 24 jam sehari.
Selama itu aku akan berpakaian, berbicara, berjalan, bertelpon, bergaya dan melakukan berbagai hal lainnya sebagaimana seorang perempuan. Aku harus nampak selalu cantik. Harus ingat untuk selalu luwes. Mengenai suaraku, aku tak perlu merubah apa-apa. Yang diperlukan hanyalah sedikit mengolah nafas, tekanan pada tenggorokan dan intonasinya pada saat berbicara.
Mampukah aku? Siapkah aku merubah diriku?
Aku memandang Bella. Dia membalas tajam pandanganku sambil mengacungkan jempolnya. Bella memang jadi pendukungku. Dia inspiratorku. Dia pendorong semangatku. Dia memang sahabat sejatiku. Untuk siang pertama ini aku memilih pakaian yang adem dan ‘casual’. Aku memakai celana jeans Armani-ku yang lembut dan menampakkan bayangan bokongku yang cukup ‘bahenol’ ini. Untuk atasannya aku pilih blus tipis dari katun. Dan yang tak ketinggalan, sepatu hak tinggi favoritku.
Terkait
Blus ini masih menyisakan bahu dan ketiakku untuk bisa dinikmati mata-mata yang penuh hasrat birahi. Dan sepatu hak-ku memberikan sentuhan seksi dan anggun saat aku melangkahkan kakiku.
Kami sepakat menuju ke Darmo Plaza, mall termewah di Surabaya. Bella sudah menyusun program ‘4 jam di Darmo Plasa’. Dengan perkiraan pada pukul 11 siang kami memasuki kawasan, kami akan ‘site seeing’ atau ‘window shopping’, kemudian makan siang di MD atau Mac Donald. Lanjut baca!

No comments :
Post a Comment
Leave A Comment...