Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Kisah Sek Nyata Ku Ngentot Anal Waria dan Istriku 7
Tradingan.com - Kulitku yang cerah membuat bikini hitamku nampak kontras indah menggiring mata-mata haus melata pada tubuhku. Buah dadaku memang tak menjanjikan macam para bitang di serial Baywatch, tetapi aku yakin pinggulku nampak sangat seksi.
Sementara Bella memang lebih sempurna. Pinggulnya indah dan buah dadanya juga sangat indah. Ah.. Aku bangga berteman dengan dia. Kami menuju tangga kolam. Kami melangkah ke anak tangganya dan menapaki turun. Kami mulai dengan membasahi tubuh sebelum benar-benar nyebur ke kolam. Aku rasakan betapa para lelaki terbakar hasratnya. Mata mereka tak bisa menyembunyikan hati mereka. Aku perkirakan sebagian yang sedang berendam di air mengelus-elusi penisnya.
Tak ada suitan atau suara-suara miring untuk kami. Mereka berpegang pada etika bagaimana berenang di tempat umum. Apalagi ditempat berkelas seperti Novotel ini.
Sesudah melakukan pemanasan, aku berenang dengan gaya katak bolak balik dan memutari sudut-sudut kolam. Terkadang aku menyelam. Pada saat menyelam ini aku berkesempatan untuk untuk melihat situasi medan. Kulihat ada kaki-kaki yang bergorombol di sana atau ada serombongan kaki-kaki lain yang sedang mengayuh berenang.
Seseorang mengacungkan jempolnya padaku saat berpapasan menyelam di air. Sesudah beberapa kali mengitari kolam Bella mengajak aku naik ke sunken bar. Aku minta juice orange yang pekat. Seorang bapak-bapak, sekitar 50 tahunan, dengan penuh sopan dan seakan telah akrab menyapa kami,
“Enak, suz, renangnya?”.
Dia duduk sendirian, tampangnya nge-bossy. Tubuhnya nampak gempal ber-otot. Atau mungkin pejabat atau ABRI? Aku tidak pasti.
“Hah, seger banget, pak”, Bella yang menyahut.
Kemudian bisu sunyi. Yang terdengar hanyalah dentingan sendok beradu gelas minuman. Kami masing-masing ngobrol dengan kelompoknya sendiri. Aku lagi jenuh. Sampai hari ke 4 tadi malam aku penuh dengan acara bercumbu. Aku lelah. Aku hanya kepingin berenang untuk menyegarkan kembali tubuhku.
Sesudah menghabiskan juice aku tinggalkan Bella untuk kembali nyebur ke kolam renang. Aku berenang hingga hari gelap. Bella ternyata tidak kembali ke kolam. Dia biasa datang ke tempat ini. Mungkin ketemu dengan orang-orang yang di kenalnya. Kelihatannya dia asyik ngobrol dengan orang-orang di sunken bar.
Sebaiknya aku menyudahi renangku. Aku naik dari air untuk mandi bilas di kamar ganti. Saat aku melewati deretan kamar ganti untuk menuju kamarku tiba-tiba ada suara ‘sspp’ di belakangku. Ah..
Terkait
Kenapa suara itu ada disini pula? Aku terhenti. Kutengok ke arah suara itu. Seseorang nongol dari pintu salah satu kamar ganti. Ternyata bapak yang menyapa di sunken bar tadi.
“Suz, mau?”, pertanyaan yang sangat singkat tetapi bukan main efektipnya.
Pertanyaan itu dia sertai dengan tangannya yang merogoh ke celana renangnya yang tanpa kuduga merogoh dan mengeluarkan kemaluannya. Dia pamer dan tawarkan kepadaku. Aku terkesima. Tak pernah terpikir penis bapak itu besar dan panjang macam itu. Dalam keadaan tidak atau belum ngaceng, batangnya menjuntai hingga kepalanya hampir menyentuh dengkulnya. Bagaimana saat ngacengnya?! Aku bengong. Wajib baca!

No comments :
Post a Comment
Leave A Comment...